Sabtu 11 April 2026 - 23:11
Iran Tidak Akan Beri Izin Bagi Dominasi Asing

Hawzah/ Hujjatul Islam wal Muslimin Biniyaz menyatakan: Amerika Serikat dan tidak ada satu kekuatan pun yang mampu menjamin keamanan negara-negara kawasan. Iran, sebagai kekuatan unggul di kawasan, tidak akan memberikan izin bagi dominasi asing di Asia Barat.

Berita Hawzah ­– Hujjatul Islam wal Muslimin Alireza Biniyaz, Imam Jumat Pulau Kish, dalam wawancaranya dengan reporter Berita Hawzah, menyatakan: Baik kawan maupun lawan mengakui kebesaran pemimpin syahid revolusi, dan musuh-musuh kriminal merenggut pribadi berharganya dari kita karena keagungan, kebijaksanaan, dan pengaruhnya yang mendalam. Pemimpin syahid umat dengan kejeniusan ilmiah dan kepemimpinannya telah membuat dunia terkagum-kagum, dan kekuatan pertahanan kita saat ini telah diraih berkat kebijaksanaan dan kepemimpinannya.

Ia menambahkan: Mengenal musuh, memusuhi musuh, melawan kekuatan besar yang zalim, keberanian, perlawanan, perumusan teori, dan pandangan strategis adalah di antara ciri-ciri pemimpin syahid revolusi. Beliau selalu menasihati semua orang untuk berusaha dan berharap demi membangun masa depan yang cerah. Karena itu, beliau memperoleh tempat abadi di hati rakyat dunia dan Iran, dan nama beliau akan tetap abadi dalam ingatan selamanya.

Imam Jumat Pulau Kish itu menegaskan: Perang belum berakhir dan kita berada di tengah-tengah perang. Oleh karena itu, rakyat masih terus hadir di medan, karena lawan bicara perundingan kita adalah Amerika yang kriminal dan pengingkar janji.

Hujjatul Islam wal Muslimin Biniyaz menekankan: Kami akan tetap hadir di medan sampai deklarasi kemenangan dalam perang ini tercapai. Jika persyaratan Iran dalam proses perundingan tidak terpenuhi, kami memiliki kesiapan militer dan pertahanan penuh untuk merespons musuh-musuh.

Imam Jumat Pulau Kish menyatakan: Semua persyaratan Iran harus diubah menjadi resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengikat. Jika kemenangan akhir tercapai, itu akan menjadi awal dari tatanan baru kawasan dengan poros Iran dan berakhirnya dominasi Amerika di Asia Barat.

Ia menambahkan: Poros perlawanan dan seluruh kelompok perlawanan adalah bagian dari perang terkini. Republik Islam akan tetap bersama poros perlawanan dengan penuh kekuatan, dan akan menganggap agresi terhadap mereka sebagai serangan terhadap dirinya sendiri. Perang melawan rezim penjajah Al-Quds juga akan terus berlanjut hingga penghentian total agresi terhadap poros perlawanan.

Hujjatul Islam wal Muslimin Biniyaz menandaskan: Amerika Serikat dan tidak ada satu kekuatan pun yang mampu menjamin keamanan negara-negara kawasan. Iran, sebagai kekuatan unggul di kawasan, tidak akan memberikan izin bagi dominasi asing di Asia Barat.

Imam Jumat Pulau Kish itu menambahkan: Selat Hormuz, setelah serangan para agresor, telah menjadi tempat kehancuran kekuatan zalim. Ke depannya juga, dengan pengelolaan negara dan kendali negara Iran atas Selat Hormuz, Iran akan memegang tangan atas dalam persamaan-persamaan militer.

Tagar

Komentar Anda

You are replying to: .
captcha